Malu adalah bentuk yang lebih ringan dari rasa takut yang ditandai oleh sikap mengerutkan tubuh untuk menghindari kontak dengan orang lain yang belum dikenal. Rasa malu pada anak secara umum ditandai melalui wajah memerah, bicaranya gagap atau suaranya melemah, serta dalam tingkah laku gugup memilin-milin jari, main kuku, main ujung baju, melilit taplak meja dsb. Sepanjang rasa malu anak terjadi dalam masa perkembangan dan sifatnya biasa atau wajar, hal itu tidak perlu dirisaukan. tetapi bila rasa malu menjadi karakteristik yang menetap dalam kehidupan emosi anak, maka hal itu bisa berpengaruh pada perkembangan penyesuaian dirinya, baik terhadap lingkungan sosial maupun terhadap proses belajar disekolah kelak. dari penelitian diketahui masalah anak pemalu yang sangat menghambat perkembangan sosialnya terjadi karena pengalaamn dalam masa pola asuh dimana diri anak selalu dikecilkan atau direndahkan bahkan diabaikan

Apa Yang perlu kita lakukan

  1. Seringkali mengadakan dan banyak kenalan pada lingkungan secara luas atau sering melibatkan anak pda setiap kegiatan
  2. Berikan kepercayaan , kesempatan dan dukungan dalam mengungkapkan pikirannya atau perasaannya.
  3. Kenalkan pribadi anak pada lingkungan yang sehat atau dapat menerimanya
  4. Hargaulah setiap ide-idenya, pujilah dan kalau hasilnya baik berilah hadiah.
  5. Perhatikan masalah-masalahnya secara serius

Blog Archive